DirectX 11 Mainstream Pertama

ATI merilis graphics card berbasis DX11 dengan kode nama Juniper yang ditujukan untuk segmen pasar mainstream. Apa saja hal baru yang ditawarkannya untuk dapat bersaing dalam segmen pasar ini? oleh RIDWAN FARIZ

Akhir kuartal 2009 ini nampaknya ATI tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk merengkuh pangsa pasar early adopter sebanyak mungkin   dengan jajar­an produk terbaru mereka, Evergreen Series. Sementara kubu NVIDIA masih mempersiapkan GT300 milik mereka yang masih belum cukup matang, ATI dengan gencar memperkenalkan produk-produk terbarunya. Tidak lama berselang setelah kemunculan 5870/5850 (High End/Cypress), kini ATI merilis seri 5770/5750 untuk pasar mainstream yang diharapkan dapat memberikan solusi grafis dengan rasio price performance yang menarik, karena selain kinerja, pada segmen pasar ini, harga juga menjadi faktor yang cukup menentukan.

Overview HD 5770
Dengan dipersenjatai 800Stream Processor (160*5), GDDR5 128-bit, serta frekuensi core dan memori masing-masing 850Mhz dan 1200 Mhz, HD 5770 memiliki daya komputasi sebesar 1.36 terraFLOPS. De­ngan kemampuan teoritis sebesar itu, seharusnya graphics card ini memiliki perfoma yang hampir sama dengan pendahulunya satu generasi lalu yang menduduki segmen pasar high end, yaitu HD 4890. Dari segi arsitektur, graphics card ini menggunakan proses fabrikasi 40 nm yang sebelumnya telah teruji pada seri HD 4770 yang kemunculannya cukup     fenomenal dan sukses. Dengan penggu­naan memori GDDR5 128-bit dan fabrikasi 40 nm, HD 5770 ini akan lebih hemat dalam hal konsumsi daya dan memiliki suhu operasi yang lebih dingin daripada graphics card generasi sebelumnya.

Feature HD 5770
Graphics card ini mendukung penuh feature DirectX 11 yang diterapkan pada Windows 7/Vista, dan tentu saja DirectX versi sebelumnya. Feature lain yang menarik dari HD 5770 adalah penggunaan teknologi Eyefinity yang memungkinkan pengguna untuk memasang 3 display sekaligus. Ini merupakan berita bagus bagi orang-orang yang sering beraktivitas de­ngan menggunakan lebih dari satu monitor, juga bagi para penggemar multimedia dan game yang ingin merasakan sensasi baru dalam aplikasi-aplikasi favorit mereka. Untuk urusan output display sendiri, graphics card ini menyediakan dua port DVI, satu port HDMI, dan satu DisplayPort.

DirectX 11
Feature utama yang menjadi keunggulan terbesar keluarga chip Evergreen Series milik ATI saat ini adalah dukungan penuh terhadap API terbaru dari Microsoft: DirectX 11. Berdasarkan informasi yang CHIP peroleh dari berbagai sumber, DirectX 11 menawarkan berbagai macam peningkatan dibanding pendahulunya. DirectX 11 menerapkan sejumlah feature grafis baru, seperti misalnya Shader Model 5 dan hardware tesselation yang menambah detail tampilan obyek-obyek dalam game, serta direct compute (versi 11) yang  selain pada aplikasi game juga dapat digunakan untuk parallel processing dengan memanfatkan GPU. Kini, dengan kemunculan HD 5770, para pengguna mainstream dapat turut bergembira menunggu datangnya aplikasi-aplikasi DirectX 11 tanpa perlu merogoh kantong terlalu dalam.

Powercolor: HD5770 1GB
Produk dari Powercolor ini datang sebagai contoh pertama graphics card berbasis HD 5770 yang masuk ke lab CHIP untuk diuji performanya. Mengingat spesifikasi kecepatan maupun layout yang diterapkan pada card ini masih mengikuti ketentuan standar, maka kinerja yang dihasilkannya kurang lebih akan setara dengan HD 5770 versi reference dari ATI ataupun merek lain yang menggunakan spesifikasi standar pula. Hal berbeda yang akan ditemukan mungkin hanya akan berasal dari segi paket penjualan yang diberikan. Dalam hal ini, secara keseluruhan, paket yang diberikan Powercolor untuk produk ini relatif cukup lengkap.

NextGen Mainstream VS “Old School” Hi-End
Pada tes kali ini CHIP akan membandingkan graphics card HD 5770 yang ditujukan untuk segmen mainstream, dengan graphics card high end ATI dari generasi sebelumnya, yaitu 4870 versi 1GB dari XFX (”XXX Edition”). CHIP juga menyertakan dua buah graphics card NVIDIA sebagai pembanding, terutama untuk aplikasi yang mendukung CUDA/PhysX. Dari hasil pengujian ini diharapkan akan terlihat posisi tempat HD 5770 ini berada dari sisi kinerja.Pada tabel di bawah, dapat dilihat ringkasan spesifikasi teknis dari masing-masing peserta.  Di atas kertas, HD 5770 terlihat “mirip” dengan HD 4870, dan bahkan memiliki beberapa kelebihan seperti core clock dan memori berkecepatan lebih tinggi ketimbang HD 4870. Bahkan, harga keduanya pun tidak terpaut jauh, setidaknya sampai saat ini. Perbedaan terletak pada bandwidth memorinya. Lebar bandwidth memori HD 5770 hanya setengah lebar bandwidth HD 4870. Dengan begitu, apakah keduanya akan sama cepat? Mari kita buktikan dengan masuk ke tahap pengujian.

INFO
Jumlah Stream Prosesor pada ATI

Apabila dilihat dari spesifikasi teoritis, jumlah stream prosesor yang dimiliki graphics card ATI jauh lebih banyak dibandingkan stream prosesor yang dimiliki NVIDIA. Misalnya pada HD 5870, jumlah stream processor yang dicantumkan sangat banyak, yaitu 1600 buah. Walau begitu, pada prakteknya native stream prosesor yang dimiliki graphics card ini adalah 320 buah (1600/5), dan dapat meningkat jumlahnya hingga maksimal 1600 tergantung aplikasi yang digunakan dan didukung oleh driver-nya.

Eyefinity
Salah satu feature menarik yang disertakan ATI untuk seri ini adalah teknologi baru Eyefinity yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan hingga maksimal 6 buah monitor sekaligus. Mungkin hanya sebagian kecil pengguna yang akan menggunakan feature ini, tetapi mengingat Eyefinity diberikan secara cuma-cuma, feature ini menjadi poin lebih untuk produk ATI Radeon generasi terbaru.

Game DirectX 11

Hingga tulisan ini dibuat, belum ada satu pun game yang berbasis DX11 yang bisa diuji. Namun, beberapa judul game DX11 sedang dikembangkan, dan beberapa di antaranya siap dirilis pada akhir tahun ini, seperti game Dirt 2 yang telah dibundel oleh beberapa vendor yang merilis graphics card berbasis DX 11 ini.

Pengujian game

Bermain game adalah alasan utama di balik pembelian sebuah graphics card bagi sebagian besar pengguna. Untuk menguji secepat apa graphics card HD 5770 ini sanggup “berlari”, CHIP melakukan tes menggunakan beberapa judul game. Setting resolusi yang digunakan adalah 1920 x 1080 dengan semua pilihan tingkat detail gambar disetel ke posisi maksimal.

Left 4 Dead
Engine Half-Life 2 yang digunakannya memang tergolong cukup ringan dan sudah sedikit berumur, tetapi grafis yang ditampilkan Left 4 Dead masih cukup bagus untuk ukuran standar saat ini.

Semua graphics card dalam pengujian ini dapat menghasilkan frame rate yang tinggi. HD 5770 yang menjadi fokus pengujian ternyata mampu menghasilkan frame rate diatas 100fps, terpaut sedikit dibandingkan GTX 260.
RESIDENT EVIL 5
Game yang dirilis oleh CAPCOM beberapa waktu lalu ini memiliki kualitas grafik yang pantas diacungi jempol, tetapi juga relatif tidak terlalu membutuhkan resource graphics card yang tinggi.

HD 4870, GTX 260, dan HD 5770 bersaing cukup ketat pada tes ini, meninggalkan GTS 250 jauh di belakang.
crysis
Game ini memang terkenal dengan kualitas grafisnya yang super bagus dan super berat. Namun, akhir-akhir ini sudah banyak bermunculan graphics card high end yang sudah mampu me-render game ini dengan tingkat detail dan kualitas yang tinggi tanpa banyak mengorbankan kecepatan.

Dengan menggunakan setting “high” dan resolusi 1920 x 1080, keempat graphics card mainstream dalam pengujian masih bisa menampilkan FPS rata-rata di atas 30. Kali ini, GTX 260 sebagai penampil terbaik meninggalkan HD 4870 dan HD 5770.
BATMAN
Dibuat menggunakan engine Unreal, game ini memiliki tampilan visual sangat baik dengan disertai dukungan PhysX.

Tanpa menggunakan PhysX, graphics card dari ATI tampak sedikit lebih unggul dalam perolehan angka FPS. Akan tetapi, saat feature PhysX diaktifkan, secara tidak mengherankan HD 4870 dan 5770 tidak dapat berbuat banyak.

Pengujian Lain

Di samping benchmark game, CHIP juga melakukan beberapa pengujian untuk membandingkan kinerja HD 5770 di beberapa bidang lain, meliputi test transcoding video, GPU-score dari 3D Mark Vantage, dan konsumsi daya dari masing-masing graphics card.

3D Mark vantage gpu score
Pengukuran kinerja GPU dengan software benchmark game sintetis ini menunjukkan hasil menarik. Kendati masih tertinggal dari GTX 260, skor yang dihasilkan HD 5770 hanya berbeda tipis dari HD 4870

Mediashow Espresso
CHIP mencoba encoding video 1920×1080 (1080p) dari format AVI menjadi format MPEG4 1280×720 (720p), dan transcoding video AVI ke format MPEG4 dengan tetap mempertahankan resolusi.

Untuk transcoding, terlihat dominasi card-card NVIDIA yang memimpin pengujian. Sementara itu, HD 5770 tertinggal cukup jauh dari card lain, termasuk “kakaknya”, HD 4870.
KONSUMSI DAYA
Arsitektur baru HD 5770 dengan proses fabrikasi 40 nm-nya menunjukkan keunggulan dalam hal penghematan daya yang terlihat jelas di sini.
Baik dalam kondisi idle maupun full-load, konsumsi daya HD 5770 tetap yang paling irit dibandingkan graphics card lain.

Kesimpulan
Future Proof, Hemat Daya, namun masih Overpriced

Keunggulan
Dari sisi kinerja murni, secara keseluruhan terlihat bahwa Radeon HD 5770 jauh lebih kencang daripada GTS 250, tetapi masih sedikit lebih lambat dibandingkan GTX 260 maupun HD 4870. Walau begitu, jelas bahwa sejumlah feature baru yang diusungnya, seperti DirectX 11, akan memberi Anda keuntungan kala bermain game di masa depan.
Berkat proses fabrikasi 40 nm, Radeon HD 5770 berhasil menekan suhu dan konsumsi daya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa, dari segi konsumsi listrik, HD 5770 merupakan peserta paling irit daya di antara chip-chip grafis lain yang turut disertakan dalam ujian. Hanya 118 watt saat idle dan 195 watt saat di-load.

Kekurangan
Satu hal yang sedikit disayangkan adalah harga HD 5770 yang masih mahal untuk saat ini. Dengan harga yang sama atau bahkan lebih rendah, Anda dapat membeli GTX 260 atau HD 4870 yang lebih tinggi kinerjanya. Namun, tentu saja dukungan DirectX 11 berikut serangkaian feature baru lainnya hanya akan Anda dapatkan dari HD 5770 ini.
Jika Anda berniat membelinya saat ini, feature unggulan HD 5770 masih belum dapat Anda rasakan karena sampai sekarang belum ada software yang mampu mengeksploitasi seluruh kemampuan HD 5770, paling tidak sampai beberapa bulan ke depan, saat sistem-sistem operasi sudah menjalankan DirectX 11.

Kesimpulan akhir
Dukungan feature grafis terbaru membuat HD 5770 menjadi pilihan menarik. Konsumsi daya rendah dipadu dengan suhu operasi yang relatif dingin turut serta menambah daftar keunggulan.Sayang, harganya masih kelewat tinggi jika dilihat dari sisi rasio harga dan kinerja. Kalau saja harganya bisa lebih rendah dari HD 4870 dan GTX 260, tentu ia akan menutup kekurangan HD 5770 dari sisi kinerja. Mungkin itu akan terjadi tidak lama dari sekarang. Kita tunggu saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: