Susno Disidang Disiplin Pekan Depan

JAKARTA –  Mabes Polri bergerak cepat menyikapi tampilnya mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji yang tiba-tiba menjadi saksi meringankan Antasari Azhar tanpa izin Kapolri. Tim yang dibentuk Kapolri sudah bekerja mulai Jumat (8/1) kemarin. “Fakta-fakta sudah dikumpulkan. Termasuk rekaman persidangan,” ujar Kepala Divisi Propam Mabes Polri Irjen Pol Oegroseno pada Jawa Pos tadi malam.

Jenderal dua bintang itu merupakan salah satu pimpinan tim yang merupakan gabungan dari Inspektorat Pengawasan Umum, Divisi Profesi dan Pengamanan dan Divisi Hukum Mabes Polri. Tim diketuai oleh Irwasum Irjen Nanan Soekarna. “Kalau semua ( fakta) sudah lengkap nanti akan ada sidang,” kata Oegroseno.

Sidang kode etik atau sidang disiplin itu akan menghadirkan Komjen Susno Duadji. “Kalau instruksi Kapolri secepatnya. Barangkali minggu depan sudah bisa,” kata mantan Kapolda Sulawesi Tengah itu.

Komjen Susno Duadji datang ke persidangan Antasari Azhar di PN Jakarta Selatan Kamis (7/1) lalu. Dia datang dengan menegnakan seragam lengkap dengan tanda kepangkatan tiga bintang di pundaknya. Jaksa penuntut umum terkejut karena tidak ada surat pemberitahuan dari Mabes Polri. Apalagi, Susno menjadi saksi meringankan bagi Antasari Azhar.

Oegroseno belum bisa bicara sanksi yang bakal diterima Susno. Sebab, itu ditentukan setelah sidang dilakukan. “Ya, harus dilihat secara menyeluruh. Ada juga praduga tidak bersalah. Nanti juga melihat keterangan saksi-saksi,” kata jenderal kelahiran 17 Februari 1956 itu.

Tidak sungkan memeriksa bintang tiga – “Lho, ini kan berdasar aturan hukum. Bukan senior junior, jadi no problem,” kata Oegroseno.

Siang hari kemarin, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri memang meminta tim itu segera bekerja. “Secepatnya, harus tepat tapi juga cepat,” ujar BHD usai salat Jumat di Masjid Al Ikhlas Mabes Polri Jakarta. Saat dicegat wartawan, wajah BHD tampak murung. Sorot matanya redup seperti orang yang sedang bersedih.

“Ini masalah internal kita. Saya tidak bicara khianat atau dikhianati, tapi tentu ini jadi pelajaran penting. Ini yang terakhir, jangan terulang lagi,” kata mantan Kabareskrim itu. Secara khusus, Kapolri menugaskan Komjen Jusuf Manggabarani yang baru saja dilantik menjadi Wakapolri untuk mengawasi tim yang akan memeriksa Susno.

Kapolri meminta tim bekerja secara transparan.?Apapun yang dilakukan jenderal Susno itu terkait dengan kode etik dan disiplin Polri. Baik di UU 2 tahun 2002 , peraturan Kapolri tentang disiplin anggota maupun peraturan etika Polri,” kata BHD.

Saat ditanya apakah pencopotan jabatan Susno memang karena ada masalah hukum, Kapolri tidak menjawab secara tegas. “Yang jelas mencabut jabatan seseorang itu kan ada aturannya. Tentu tidak mungkin tanpa alasan, tapi beliau kan tidak ada demosi (pemecatan,red) juga tidak dinon aktifkan. Beliau kan pati mabes Polri , itu juga pernah dialami oleh jenderal jenderal lain,” kata BHD.

Penarikan fasilitas yang dilakukan Mabes Polri tidak terkait dengan hadirnya Susno di persidangan. “Pengembalian itu akan disesuaikan dengan jabatan beliau, tentu untuk itu (menarik, red) tidak harus (perintah) Kapolri, ada tim,” kata alumnus Akpol 1975 itu.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang menambahkan, penarikan itu dikarenakan Susno tidak menjabat lagi sebagai kabareskrim. Selain itu, kata Edward, fasilitas itu dibutuhkan oleh Kabareskrim yang baru Komjen Ito Sumardi. “Kalaupun ada anggota Densus itu kan beberapa orang saja,” kata Edward di ruang wartawan Mabes Polri kemarin.

Mantan juru bicara investigasi kasus Bom Bali 1 itu menjamin Susno akan diperiksa secara fair dan adil. “Tentu disesuaikan dengan derajat dan tingkat kesalahannya,” kata jenderal dua bintang itu.

Untuk lebih menegaskan pemeriksaan terhadap Susno serius, Edward lalu menelpon seseorang. Beberapa menit kemudian, Kepala Pusat Provost Brigjen Basaria Panjaitan datang ke ruangan. Polwan bintang satu itu membawa berkas-berkas.

“Beliau saya hadirkan untuk mendukung data,” kata Edward. Dari data yang dikumpulkan Provost, Susno Duadji sudah tidak ngantor selama dua hari, yakni Kamis dan Jumat (8/1) . “Tidak ada pemberitahuan,” kata Brigjen Basaria lirih.

Apakah karena tidak ada ruangan di Mabes – Edward menegaskan Susno punya kantor khusus meski tidak mempunyai jabatan struktural. “Saya yang menjamin. Apa perlu saya antar teman-teman melihat kantornya agar percaya,” katanya.

Menurut Edward, sanksi disiplin bentuknya bisa bermacam-macam. “Ada juga penahanan, ada penurunan pangkat, penundaan jabatan atau penundaan studi,” kata mantan tenaga ahli Lembaga Ketahanan Nasional itu.

Terkait substansi kesaksian Susno Duadji di persidangan, Polri tidak mempermasalahkannya. “Kita juga punya versi sendiri,” katanya. Misalnya, soal pengakuan Susno yang tidak tahu menahu soal pengawasan penyidikan pembunuhan Nasrudin. “Ada suratnya. Ada tiga Kombes yang diberi surat yaitu Kombes Dzainal Syarif, Kombes Gatot Subiyaktoro, dan Kombes Purwadi Ariyanto. Mereka melapor pada Kabareskrim tiap hari jam 16,” kata Edward.

Namun, Polri tidak merasa perlu mengusut benar salahnya kesaksian Susno di persidangan itu. “Kecuali ada pihak yang melapor ke kami,” katanya. Dalam persidangan, Susno menyebut ada tim bentukan lain yang diketuai Irjen Hadiatmoko yang bertugas.


Bagaimana jika Hadiatmoko tidak terima dengan Susno – Menurut Edward, hal itu menjadi hak yang bersangkutan. “Itu terserah beliau masing-masing,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: